Arsip Kategori: Uncategorized

muhsin.my.id

Alhamdulillah.. Setelah perjalanan panjang akhirnya bisa melahirkannya lagi. Memang ada yang sedikit berbeda dengan domainnya. Domain yang dulu saya pakai sudah keduluan dipakai orang lain sebelum diperpanjang. Akhirnya berhenti untuk sementara dan memakai blog wordpress ini.

Kemarin belum lama iseng-iseng buka web penyedia domain, ternyata sedang ada diskon 50%. Selain itu ada domain .my.id juga. Dan alhamdulillah saat itu sedang ada sedikit rezeki. Baca lebih lanjut

Iklan

don’t touch!

Don’t touch the butterfly, let the butterfly touch you.

Jangan sentuh sang kupu-kupu, biarkan ia yang hinggap kearahmu. Kata-kata ini aku dapat sudah cukup lama. Suatu ketika aku iseng, ingin memberi makna pada kalimat sederhana ini.

Kalau dipikir-pikir memang benar. Jangan menyentuh seekor kupu-kupu dengan sengaja. Kenapa? Baca lebih lanjut

3 idiot

Sebenarnya disini aku tidak akan bercerita tentang film yang berjudul 3idiot. Tapi aku akan mengisahkan tiga orang yang memiliki kehebatannya masing-masing, atau aku lebih senang menyebutnya kejeniusannya masing-masing.

Terinspirasi dari tiga sosok manusia nyata yang memiliki suatu posisi yang tidak dimiliki teman seangkatannya.

Orang pertama

Baca lebih lanjut

Legend of The Guardians

 

Alhamdulillah, aku tadi sudah selesai nonton film “Legend of The Guardians”. Dan ternyata aku sudah mendapatkan beberapa ‘pelajaran’ yang bisa diambil (biasanya harus nonton lebih dari satu kali baru dapet banyak). Ini ada beberapa yang mau aku share, yang mau menambahkan silahkan.. ^_^ feel free to comment

[satu yang menurutku jadi masalah adalah aku memakai subtitle Indonesia. Menurutku kadang-kadang di subtitle Indonesia banyak yang kurang pas dengan cerita aslinya, karena memang Bahasa Indonesia kosa katanya tidak sebanyak Bahasa Inggris (karena itulah sering terjadi ke-ambigu-an di sekitar kita jika kita tidak pandai berbicara). Sebenarnya mau coba tanpa subtitle seperti saat aku nonton Avatar The Legend of Aang, Books 2 dan 3, tapi film ini tidak semudah film kartun anak-anak itu.. tapi setidaknya aku juga akan menuliskan teks aslinya (semoga kemampuan listening ku masih bagus) 😀 ]

First

“Kludd, Just because you can’t see something, doesn’t mean it isn’t real“ [02:42]
“Kludd, hanya karena kau tak dapat melihat bukan berarti itu tak nyata !”
Da berkata ke Kludd tentang The Guardians

Ini adalah ucapan Da, sang ayah ke Kludd, salah satu anaknya, yang bosan tentang cerita tentang The Guardians yang menurutnya tidak nyata. Mengingatkan aku akan tulisan-tulisan yang membahas tentang keberadaan tuhan. Ya, kata-kata ini sangat cocok. Seperti sakit, kita tak dapat melihatnya tapi hal itu nyata! Karena kita dapat merasakannya.

Second Baca lebih lanjut

Memaafkan untuk Kebahagiaan Kita

Memaafkan tidak semudah mengatakannya. Ketika orang lain menyakiti kita dengan perkataan atau perbuatannya, luka dalam hati kita tidak dapat sembuh begitu saja. Semakin dalam luka yang ditimbulkannya, semakin sulit memaafkan orang yang menyebabkannya.

Namun tahukah Anda bahwa memaafkan adalah pintu kebahagiaan kita?

Saat kita menyimpan kemarahan terhadap orang lain, disadari atau tidak, rasa marah itu sedikit demi sedikit menggerogoti hati kita, memperdalam luka dan membebani kita dengan perasaan negatif terus-menerus. Padahal, orang yang menyakiti kita belum tentu mengingat kesalahan yang telah ia perbuat kepada kita atau merasakan penderitaan yang sama.

Menurut Dr. Frederic Luskin dalam bukunya “Forgive for Good”, memaafkan memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran, seperti percaya diri dan harapan serta mengurangi beban kemarahan, stres, dan penderitaan yang disebabkan olehnya. Secara fisik, kemarahan yang terpendam lama juga menyebabkan suhu tubuh meningkat dan mempersulit kita berpikir jernih. Belum lagi gangguan-gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan lain sebagainya.

Doa orang yang terzalimi dekat dengan dikabulkan oleh Allah. Baca lebih lanjut

Profesor dan Muridnya – Kebebasan Pikiran

Sir Ernest Rutherford, Presiden dari Royal Academy, dan penerima Nobel
Fisika menceritakan kisah ini:

“Beberapa waktu lalu aku menerima panggilan dari kolegaku. Dia akan memberikan nilai nol untuk ujian salah seorang siswanya, tapi siswa tersebut berkeras dia harus mendapatkan nilai sempurna. Sang instruktur dan siswa teresebut sepakat untuk penengah yang obyektif dan aku yang dipilih”.

Soal ujiannya berbunyi: “Tunjukkan cara mengukur tinggi sebuah gedung dengan bantuan barometer.”

Siswa itu menjawab: Baca lebih lanjut