Arsip Kategori: diary

Sang Pemimpi.n

Mari kita buka lagi pelajaran lama dari kisah salah satu Amirul Mikminin Ali ibn Abi Thalib. Kalau temen-temen masih ingat, kisah ini pernah disampaikan mas Salim A Fillah saat pembukaan Tutorial UNY tahun 2011 di Masjid Mujahidin.

Pada suatu hari, pada zaman kepemimpinan Khalifah Ali ibn Abi Thalib, datanglah seorang penduduk kepada Amirul Mukminin. Diceritakan penduduk ini bukan orang yang baik, bertanya ia kepada sang Khalifah.

“Wahai Amirul Mukminin, pada zaman Khalifah Abu Bakar dan ‘Umar kita dapat hidup makmur. Kenapa pada saat kepemimpinanmu kita tidak?” Baca lebih lanjut

Jodoh…

Akhir-akhir ini banyak yang nanya tentang satu tema: jodoh. Nggak cuma satu dua tapi lebih dari itu, nggak laki nggak perempuan. Dan tanyanya juga macem-macem. Yang paling sering itu siapa dan udah ada belum, yang di incer maksudnya. Yang lain sampai ngejar-ngejar tanya gimana cara menjemput jodoh yang akan dilakukan, tapi tetep yang paling sering ngejar-ngejar cari clue siapa. Hahaha… Padahal XP

Diceritakan dari temen, tentang tiga tanda-tanda kalo seseorang itu jodoh. Baca lebih lanjut

Just Guessing

Kisah di bawah ini nyata, hanya namanya saja yang aku ganti.

Panggil saja aku Sora. Sabtu ini dapat giliran mengantar adik ke sekolah. Bukan sekolah tepatnya, karena kali ini kegiatan TKnya dipindah ke musium bandara. Yang disukai adikku ketika aku mengantarkannya, adalah kebiasaan mampir ke minimarket dekat rumah untuk beli jajanan. Tapi hanya ketika aku punya uang lebih.

Aozora, nama yang akan kita pakai untuk adikku. Selain mengantar aku juga dapat jatah menjemputnya. Ia pulang jam sebelas siang. Tetapi karena lima belas menit sebelum jam pulangnya aku sedang memasak makan siangku, aku terlambat menjemputnya.

Sesampainya di musium, Aozora ternnyata menangis. Kata gurunya, karena ia dijemput diakhir. Untuk menenangkannya aku bilang kalau kita mau jalan-jalan. Memang setelah menjemputnya aku mau ke kampus, ada urusan dengan teman sekelasku disana.

Temanku ini perempuan, jadi kita panggil saja Luna. Baca lebih lanjut

give me wings

if I can get one wish
to come true right now, I want a pair of wings
please grant me  white wings
on my back  like a bird

in this huge sky  I wanna
spread my wings  and fly
towards the free sky without any sadness
I wanna flap my wings and soar

I have no need for  wealth or fame
all I want now is  a set of wings
I still dream of  those things
that I’ve dreamed about  when I was little

in this huge sky  I wanna
spread my wings  and fly
towards the free sky  without any sadness
I wanna flap my wings

In this huge sky  I wanna
spread my wings  and fly
towards the free sky  without any sadness
I wanna flap my wings and soar

Smsnya..

Sebelum membaca potongan cerita yang ini, disarankan membaca cerita-cerita sebelum ini. Urutannya: CIS, Bingkisan, Huah!!. Kalau sudah, Selamat menikmati. 🙂

***

“Kemarin dinda dapat sms dari temen kakak.”

“Hm? Siapa?”

“Mas Angga, temen sekelas kakak.”

“Terus?”

“Em..” Ia terlihat ragu untuk mengatakannya.

“Angga sms apa?” Tanyaku.

“Kakak udah pernah pacaran?” Baca lebih lanjut

Huah!!

Huah!! Aku ketiduran!! Jam berapa sekarang? Kulihat jam dinding yang ada di belakangku. Jam tiga kurang sepuluh menit. Masih ada waktu untuk sholat malam  lalu makan sahur. Aku berdiri hendak pergi ke kamar mandi.

Tunggu dulu, siapa yang menyelimutiku? Dan siapa yang mematikan laptopku juga lampu kamarku? Aku menjadi penasaran. Ah, mungkin simbok. Biasanyanya beliau memang begitu. Tapi… apa simbok bisa mematikan laptop? Aku berpikir sejenak. Jangan-jangan adikku.

Aku keluar dari kamar, berjalan ke kamar mandi melewati kamar adikku. Lampunya menyala, apa adik sudah bangun? Kulewati kamarnya begitu saja. Setelah sampai di kamar mandi, ku basuh wajahku. Aku buang air kecil, lalu berwudhu. Dan kembali lagi ke kamar.

“Kakak sudah bangun?” suara adikku dari dalam, saat aku melewati depan kamarnya. Baca lebih lanjut

Cerita Hari Lapar

Di kelas, buat gue suasananya seperti di hutan. Untung hutan pinggir pantai, suasananya jadi lebih mendingan. Tapi satu suasana yang ngga bisa dihindari, lapar. Kita masuk sejak jam tujuh, tapi disini, di hutan rimba ini serasa kita belum makan sejak tanggal tujuh. Sekarang tanggal satu, jadi seperti hampir sebulan belum makan. Gue ambil pensil gue. Keinget penggalan cerita dari Full Metal Alchemist, dimana Edward dan dan adiknya Alphonso dilatih di dalam hutan. Diberi tantangan untuk bertahan hidup selama tujuh hari, hanya membawa sebilah pisau. Adegan yang paling jelas terbayang di kepala gue adalah saat mereka makan kelinci bakar yang ditusuk pakai kayu. secara otomatis tanganku langsung menggambar kelinci bakar itu.

Gue ngga sendiri disini. Ada temen samping kanan kiri, depan juga. Untung gue belakang sendiri, jadi ngga mungkin ada yang njahilin gue seperti gimana gue njahilin depan gue. Dari raut muka mereka gue tahu, nggak cuma gue yang ngrasain kayak gini. Dan nggak cuman gue yang lapar. Baca lebih lanjut