Just Guessing

Kisah di bawah ini nyata, hanya namanya saja yang aku ganti.

Panggil saja aku Sora. Sabtu ini dapat giliran mengantar adik ke sekolah. Bukan sekolah tepatnya, karena kali ini kegiatan TKnya dipindah ke musium bandara. Yang disukai adikku ketika aku mengantarkannya, adalah kebiasaan mampir ke minimarket dekat rumah untuk beli jajanan. Tapi hanya ketika aku punya uang lebih.

Aozora, nama yang akan kita pakai untuk adikku. Selain mengantar aku juga dapat jatah menjemputnya. Ia pulang jam sebelas siang. Tetapi karena lima belas menit sebelum jam pulangnya aku sedang memasak makan siangku, aku terlambat menjemputnya.

Sesampainya di musium, Aozora ternnyata menangis. Kata gurunya, karena ia dijemput diakhir. Untuk menenangkannya aku bilang kalau kita mau jalan-jalan. Memang setelah menjemputnya aku mau ke kampus, ada urusan dengan teman sekelasku disana.

Temanku ini perempuan, jadi kita panggil saja Luna. Walaupun kadang aku memanggilnya dengan Runa, dalam huruf Jepang tidak ada L, hehehe.. Dia membawa mushaf milik Hattori, dan aku akan menukarkannya untuk sementara karena di mushaf itu terdapat warna-warni yang menunjukkan tajwid bacaan.

Runa tidak sendiri, dia bersama Husna yang juga teman sekelasku. Disana juga ada Hattori ternyata, sedang berbincang dengan adik angkatan. Dan aku baru ingat kalau ada Dauroh Qur’an di masjid Kampus UNY. Aku sampai di masjid jam duabelas lebih, jelas belum sholat dzuhur karena tadi sedang di jalan saat adzan. Aozora aku titipkan ke Runa dan Husna, mumpung mereka sudah saling kenal. Aozora diajak mengantarkan Husna pulang ke kosnya, sedang aku pergi sholat.

Seusai sholat Hattori masih di parkiran masjid. Rupanya ia menungguku, mengajakku pergi makan siang. Saat itu tidak sengaja aku melihat teman SMA ku, namanya Light. Ia menyepeda di jalan dekat parkiran. Aku langsung bilang ke hattori dan ia langsung mengejarnya dengan sepeda untuk menyapanya. Walaupun hattori tidak satu SMA denganku, tapi dia kenal Light. Hattori kembali sendirian, Light sudah pergi. Ke masjid kampus UGM katanya.

***

Malamnya aku bertemu dengan Hattori, kebetulan juga ada Light. Hattori pakai jaket kelasku, sport berwarna abu-abu. Melihat jaket yang dipakai Hattori, Light lalu menanyakan sesuatu.

“Eh, di kelas kalian itu sudah ada akhwat yang menikah dan punya anak ya?” Light bertanya kepadaku dan Hattori.

Aku sejenak berpikir mengingat-ingat kalau memang ada. Ditengah aku mengingat itu Hattori menjawab, “kalau kelas kita tidak ada, adanya kelas sebelah yang sudah menikah.” Setelah jawaban ini keluar pikiranku berhenti dari mengingat untuk mendengarkan mereka.

“Tadi di minimarket dekat kampus aku lihat ada akhwat pakai jaket itu sama anaknya. Mukanya masih seumuran, tapi kan akhwat biasanya menipu.” Light menanggapi jawaban Hattori.

“Anaknya kayak apa?” Tanyaku tiba-tiba.

“Aku lupa. Yang jelas sedang di minimarket sama anaknya.” Ujar Light.

“Jangan-jangan…” Kataku terhenti lalu menoleh ke arah Hattori.

“Kenapa?” Tanya Light penasaran.

“Anaknya pakai seragam olahraga ya? Warnanya oren biru?” Kujawab dengan pertanyaan.

“Aku lupa, tapi sepertinya iya.”

“Ahahahaha..” Aku tertawa mendengar jawaban Light, dugaanku benar. “Yang kamu lihat itu tadi teman sekelasku, anak kecilnya itu adikku. Tadi aku titipkan karena aku tinggal sholat.” Hattori tersenyum mendengar penjelasanku.

“Oooh.. tak kirain anaknya, kan aku tidak tahu.”

***

Siang tadi setelah aku sholat, aku ke kosnya Husna. Niatnya sekalian mengajak mereka makan siang, tapi saat sampai di parkiran kos, Runa dan Aozora sudah tak ada. Kita bertemu Husna dengan sepedanya, ia menolak ajakan karena sudah makan dan ada Tahsin di masjid kampus. Lalu bertiga kembali ke masjid, ternyata Runa dan Aozora sudah ada disana.

Aozora membawa snack terbungkus platik khas minimarket, yang lokasinya ada di antara masjid dan kosnya Husna. Runa berniat pulang karena Husna tidak ikut, tapi dilarang oleh Aozora. Akhirnya kita berempat pergi mencari jus terdekat, tidak jadi makan siang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s