Tenang dan Fokus atau Santai dan Serius

Bingung juga tadi waktu aku lihat anak didikku kok berkali-kali melakukan kesalahan sepele dalam mengerjakan soal. Dan di jalan pulang malah jadi kepikiran, dan aku menemukan sesuatu yang baru lagi. Berikut tulisan tentang apa yang aku pikirkan saat pulang dari rumah anak didik itu.

Setelah aku mencari tahu apa yang menyebabkan kesalahan tadi timbul, ternyata anak didik tadi sedang mengantuk. Dan kantuk itu itulah yang menyebabkan ia tidak tenang dan tidak fokus.

Sama seperti ketika kita ulangan, dan masih banyak soal yang belum kita selesaikan. Tiba-tiba guru berkata bahwa waktu ulangan tinggal sepuluh menit lagi. Pernah mengalami hal seperti ini? Biasanya ketenangan kita tiba-tiba menghilang, dan karena tidak tenang, fokus kita terhadap soal yang kita hadapi pun ikut pergi entah kemana. Lalu apa yang kita dapatkan di sepuluh menit terahkhir tadi? Kita menjadi tidak optimal dalam mengerjakan. Soal yang seharusnya bisa kita kerjakan dalam sepuluh menit pun menjadi ‘dipaksakan selesai’. Dan nilai yang kita dapatkan juga tidak maksimal.

Hal ini juga terjadi saat kita menghadapi masalah. Seperti saat kita menghadapi masalah yang begitu berat, ataupun masalah yang harus kita selesaikan dalam waktu yang begitu cepat. Jika kita kehilangan ketenangan dan tidak fokus terhadap masalah yang kita hadapi, bisa jadi hasil penyelesaian dari masalah tadi tidak optimal. Jadi, saat kita mendapatkan masalah, entah seberat apapun itu, sebisa mungkin kita tetap tenang dan fokus dalam masalah itu.

Mungkin aku lebih suka menyebut tenang dan fokus menjadi santai dan serius. Namun, kebanyakan orang santai itu tidak seruis. Semacam santai yang ‘bermalas-malasan’. Dan orang yang serius itu tidak santai. Contohnya pun sangat banyak di sekitar kita.

Itulah yang sempat aku pikirkan sebelum motorku ‘dicegat’ lampu lalulintas di perempatan ngGading.

Belum lama ini aku menemukan sebuah tempat, dimana orang-orang yang ada disitu bisa santai tapi serius. Di Minimagz tempatnya. Bahkan, lama sebelum aku masuk ke tampat itu, salah satu senpai disana pernah berkata ─kurang lebih seperti ini-, “kita itu sulit dibedakan antara sedang bekerja dan bermain”. Ini kalimat yang aku baca di Minimagz edisi 18 ‘La Nostra Felicita’ yang berarti ~our happiness~.

Mungkin perlu sedikit di ralat, kalau kata Sensei ─yang sekarang jadi Managing Director di Minimagz- setelah dapat ‘petuah’ dari salah satu ‘nakama’nya:

“Aku tumbuh sebagai orang yang lebih suka berkarya. Tau bedanya berkarya dan bekerja. Menurut Syauqi (mantan pinumku dulu), bekerja itu seperti binatang. Kadang hanya asal bergerak, tanpa diiringi berpikir. Disuruh A ya A, diminta B ya B. Sedangkan berkarya itu lebih menggunakan akal dan hati. Dan karena hasrat darah seni yang mengalir dalam nadiku (cie…), maka berkarya lebih tepat untukku. Menghasilkan mahakarya demi mahakarya. Itulah prinsip hidupku. Hidup itu berkarya. Berkarya yang terbaik untuk agama, bangsa, dan keluarga.”

Dan sekarang, hal ini seakan-akan menular ke seluruh ‘anak-anak’ Minimagz. Terutama aku.

__________________________________________________________________

Memang tidak hanya tenang dan fokus yang kita perlukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Terkadang, kita harus melihat masalah dari sisi yang berbeda. Bisa kita mengubah masalah menjadi tantangan, tugas, atau bahkan menjadi hal menyenangkan untuk kita selesaikan. Atau jangan-jangan, masalah yang kita hadapi tadi hanyalah tantangan ataupun hal menyenangkan yang kita anggap sebagai masalah..

🙂

Iklan

2 thoughts on “Tenang dan Fokus atau Santai dan Serius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s