Burung Biru

Di kala kau teringat tentang “kesedihan”,

saat itulah kau mulai merasakan “sakit”.

Bahkan perasaanku untukmu, kini tak lebih dari sekedar

kata belaka.

————

Di saat kau bangun dari mimpi tentang dunia yang asing,

segera, kembangkan sayapmu, dan terbanglah!

Kau berkata, kalau kau bisa terbang,

kau takkan pernah kembali.

Kau mencari putih, awan terputih.

Kalau kau mampu menembusnya,

kau tahu kau akan menemukannya.

Cobalah terus! Hingga kau bebas lepas

menuju biru, langit yang biru.

————

Diiringi suara-suara yang riuh,

jendela berkarat itu kian rusak.

————

Lihat!

Kau muak pada “kandang” yang kaupun tak ingin lagi

memandangnya.

Nafasmu berdenyut berirama,

lalu kau tendang jendela itu,

kemudian terbang!

————

Kau (pernah) berkata, kalau kau bisa berlari,

kau akan meraihnya.

Kau terprovokasi oleh suara, suara yang jauh itu.

Suara itu menggenggammu dengan penuh pesona hingga

kau lari mengejar biru, birunya langit.

————

Aku tahu (suatu saat) kau pasti akan jatuh,

tapi (saat itu terjadi) teguhlah, teruslah mengikuti cahaya

itu.

————

Ketika tangan kita berpisah,

akankah kau lupa suatu hari nanti?

(Tentang kita).

thanks to: Kira-sensei

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s