<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>shin&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://ahmadasic.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadasic.wordpress.com</link>
	<description>shin&#039;s personal blog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Jun 2011 10:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahmadasic.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4cfd0580500c5d089b1b426351c62657?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>shin&#039;s blog</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahmadasic.wordpress.com/osd.xml" title="shin&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahmadasic.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pindah alamat</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/pindah-alamat/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/pindah-alamat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 15:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah sekarang web baru saya sudah bisa diakses. kalau mau buka silahkan bisa dilihat di muhsin.web.id. semoga dengan alamat yang baru, isinyapun tidak kalah seru!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=181&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah sekarang web baru saya sudah bisa diakses. kalau mau buka silahkan bisa dilihat di <a href="http://muhsin.web.id/" target="_blank">muhsin.web.id</a>.</p>
<p>semoga dengan alamat yang baru, isinyapun tidak kalah seru!</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=181&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/pindah-alamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesor dan Muridnya &#8211; Kebebasan Pikiran</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/profesor-dan-muridnya-kebebasan-pikiran/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/profesor-dan-muridnya-kebebasan-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 00:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Sir Ernest Rutherford, Presiden dari Royal Academy, dan penerima Nobel Fisika menceritakan kisah ini: &#8220;Beberapa waktu lalu aku menerima panggilan dari kolegaku. Dia akan memberikan nilai nol untuk ujian salah seorang siswanya, tapi siswa tersebut berkeras dia harus mendapatkan nilai sempurna. Sang instruktur dan siswa teresebut sepakat untuk penengah yang obyektif dan aku yang dipilih&#8221;. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=179&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sir Ernest Rutherford, Presiden dari Royal Academy, dan penerima Nobel<br />
Fisika menceritakan kisah ini:</p>
<p>&#8220;Beberapa waktu lalu aku menerima panggilan dari kolegaku. Dia akan memberikan nilai nol untuk ujian salah seorang siswanya, tapi siswa tersebut berkeras dia harus mendapatkan nilai sempurna. Sang instruktur dan siswa teresebut sepakat untuk penengah yang obyektif dan aku yang dipilih&#8221;.</p>
<p>Soal ujiannya berbunyi: &#8220;Tunjukkan cara mengukur tinggi sebuah gedung dengan bantuan barometer.&#8221;</p>
<p>Siswa itu menjawab: <span id="more-179"></span>&#8220;Bawa barometer tersebut ke puncak gedung, ikatkan dengan sebuah tali, turunkan sampai ke jalan lalu tarik kembali ke atas, ukur panjang tali. Panjang tali itu adalah sama dengan tinggi gedung.&#8221;</p>
<p>Siswa tersebut berhak meminta nilai penuh karena dia menjawab dengan lengkap dan benar. Di sisi lain, nilai penuh harusnya diberikan atas dasar kompentensi di bidang fisika, dan jawabannya tidak menunjuikkan hal ini. Aku menyarankan ujian ulang. Aku memberikan waktu enam menit untuk menjawab soal yang sama dengan syarat harus dijawab menggunakan dalil-dalil fisika.</p>
<p>Lima menit berlalu, dia masih belum menulis apa-apa. Aku menanyakan apa dia mau menyerah, tapi dia menjawab kalau dia punya banyak solusi, dia cuma memikirkan solusi yang terbaik. Aku menyuruhnya melanjutkan dan pada menit berikutnya dia menyerahkan jawabannya yang berbunyi &#8220;Bawa barometer ke puncak gedung, jatuhkan, dan ukur waktunya dengan stopwatch, lalu menggunakan rumus &#8216;jarak=0,5*percepata n*waktu^2, tinggi gedung bisa<br />
diukur.&#8221;</p>
<p>Saat ini aku meminta kolegaku untuk menyerah. Dia setuju dan memberikan siswanya nilai penuh. Saat meninggalkan ruang ujian aku teringat bahwa siswa itu punya beberapa solusi, jadi aku menanyakan solusi apa saja itu.</p>
<p>Siswa itu menjawab, &#8220;ada banyak cara mengukur tinggi gedung dengan bantuan barometer. Misalnya, membawa barometer ke luar, lalu mengukur tinggi barometer dan panjang bayangannya, dan mengukur panjang bayangan gedung, dan dengan rumus perbandingan sederhana tinggi gedung bisa diketahui.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau Anda mau cara yang lebih rumit, ikat barometer dengan tali, ayun seperti bandul di lantai dasar dan di atap untuk menghitung nilai gravitasi. Dari perbedaan nilai gravitasi tinggi gedung bisa dihitung.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengan metode yang sama, bila dari atap talinya di ulur sampai ke dasar lalu diayunkan seperti bandul, tinggi gedung bisa dihitung melalui periode ayunan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ini cara kesukaan saya, bawa barometer ke tempat pemilik gedung lalu katakan: &#8216;Pak, ini ada sebuah barometer, bila Anda memberitahukan tinggi gedung Anda, saya akan memberikan barometer ini.&#8221;</p>
<p>Saya bertanya apakah dia tidak mengetahui cara konvensional untuk memecahkan masalah tersebut. Dia jawab kalau dia tahu, tapi dia tidak mau terpaku pada satu pola pemikiran saja.</p>
<p>Siswa itu bernama Niels Bohr, peraih Nobel di bidang fisika tahun 1922 dan salah satu ilmuwan fisika yang paling berpengaruh di abad 20.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8211;<br />
Melatih kebebasan pikiran</p>
<p>Sekolah seharusnya mendidik kita berpikir dan menemukan cara paling praktis untuk menemukan solusi akan tetapi justru seringkali sekolah justru menjadi tempat kita memandulkan pikiran kita (seperti contoh di atas).</p>
<p>Saya ingat ketika sekolah, kalau ada pertanyaan essai dengan awal kalimat &#8220;Menurut Anda apakah&#8230;&#8230; ?<br />
Lucunya, sekalipun pertanyaannya menurut Anda (menurut kita &#8211; siswa) tapi jawaban yang benar adalah jawaban yang sesuai dengan pendapat guru. Saya sering bilang keteman-teman, kalau begitu harusnya soalnya berbunyi<br />
&#8220;Menurut saya (guru)&#8230;?<br />
&#8220;Menurut guru Anda&#8230;?<br />
Lalu kita menduga-duga jalan pikiran sang guru untuk menjawabnya. Karena kalau soalnya menurut Anda (siswa) jadi apapun jawabnnya benar dong, kan menurut saya.</p>
<p>Saya juga teringat ketika Faiz (penulis cilik) anak Helvy Tiana Rosa pulang mengeluh dengan jawabannya yang disalahkan guru. Saat itu ada pelajaran agama bunyi soalnya:<br />
&#8220;Apakah diterima orang yang berpuasa tapi berbohong&#8221; Lalu Faiz menjawab &#8220;Mana saya tahu, saya bukan Allah!&#8221;<br />
Mendengar jawaban itu saya ketawa, tapi itu jawaban benar. Yang berhak mengatakan diterima atau tidak amal seseorang kan Allah. Jadi yang salah pertanyaannya.</p>
<p>Ya itu sedikit renungan kita tentang pendidikan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=179&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/profesor-dan-muridnya-kebebasan-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesor dan Muridnya &#8211; Tuhan</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/profesor-dan-muridnya-tuhan/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/profesor-dan-muridnya-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 00:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini. &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;.  Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;. &#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi. &#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut. Profesor <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=176&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.</p>
<p><em>&#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;. </em></p>
<p>Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;.</p>
<p><em>&#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221;</em> Tanya professor sekali lagi.</p>
<p>&#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut.</p>
<p>Profesor itu menjawab,</p>
<p><em><span id="more-176"></span>&#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.&#8221; </em></p>
<p>Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.</p>
<p>Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.</p>
<p>Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, &#8220;Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Tentu saja,&#8221;</em> jawab si Profesor</p>
<p>Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, &#8220;Profesor, apakah dingin itu ada?&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?&#8221;</em> Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.</p>
<p>Mahasiswa itu menjawab,</p>
<p>&#8220;Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.&#8221;</p>
<p>Mahasiswa itu melanjutkan, &#8220;Profesor, apakah gelap itu ada?&#8221;</p>
<p>Profesor itu menjawab, <em>&#8220;Tentu saja gelap itu ada.&#8221;</em></p>
<p>Mahasiswa itu menjawab,</p>
<p>&#8220;Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &#8220;Profesor, apakah kejahatan itu ada?&#8221;</p>
<p>Dengan bimbang professor itu menjawab,</p>
<p><em>&#8220;Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.&#8221;</em></p>
<p>Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,</p>
<p>&#8220;Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Profesor itu terdiam.</p>
<p>Dan mahasiswa itu adalah,</p>
<p>Albert Einstein</p>
<p><em></em>“Science without religion is lame, religion without science is blind.” (<em>Ilmu tanpa agama</em> adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=176&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/profesor-dan-muridnya-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Malaikat Yang Dipatahkan Sayapnya</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/kisah-seorang-malaikat-yang-dipatahkan-sayapnya/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/kisah-seorang-malaikat-yang-dipatahkan-sayapnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 21:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Disini saya hanya ingin berbagi certia pada teman-teman (mumpung lagi libur). Mau dibaca silakan, tidak jg tdk apa2. hehehe.. sem0ga apa yang saya tuliskan disini dapat memberi manfaat bagi para pembaca skalian. Amin. Selamat membaca.. Sesungguhnya Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW berkata, &#8221; Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat malaikat di langit berada di <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=171&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disini saya hanya ingin berbagi certia pada teman-teman (mumpung lagi libur). Mau dibaca silakan, tidak jg tdk apa2. hehehe..<br />
sem0ga apa yang saya tuliskan disini dapat memberi manfaat bagi para pembaca skalian. Amin.<br />
Selamat membaca.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sesungguhnya Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW berkata, &#8221; Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat malaikat di langit berada di atas singsananya. Di sekitar terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah sedang menangis. Betapa sakit yang ia rasakan kerana sayap2 patah. Ketika dia melihatku, dia berkata, &#8221; Adakah engkau dapat menolongku?&#8221;<span id="more-171"></span> Aku berkata,&#8221;Apa salahmu?&#8221; Dia berkata,&#8221;Ketika aku berada di atas singsana pd malam Mi&#8217;raj, lewatlah padaku Muhammad Kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dg mematahkan sayap2ku dan menempatkanku disini seperti yang kau lihat.&#8221; Malaikat Jibril berkata, &#8221; Seraya aku merendah diri dihadapan Allah SWT,aku memberinya pertolongan.&#8221; Maka Allah SWT berfirman,&#8221;Hai Jibril, katakanlah padanya agar dia bershalawat atas Kekasih-Ku Muhammad SAW.&#8221; Malaikat Jibril berkata lagi, &#8220;Kemudian Malaikat itu membaca shalawat kepadamu dan Allah SWT mengampuninya maka tumbuhlah kedua sayapnya kembali, lalu ditempatkan kembali pada singsananya.&#8221;<br />
Subhanallah&#8230;.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari cerita tersebut dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa &#8220;Betapa besarnya Keagungan Shalawat atas Nabi Muhammad SAW&#8221;. Semua malaikat saja bershalawat padanya, apalagi kita yang hanya manusia biasa.. Dan dengan brshalawat Nabi Muhammad SAW akan memberikan syafaat pada umatnya&#8230; Amien.<br />
Terimakasih teruntuk para pembaca&#8230; ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=171&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/17/kisah-seorang-malaikat-yang-dipatahkan-sayapnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspiring Love Story of Bird (Until Dead Do Us Part)</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/14/inspiring-love-story-of-bird-until-dead-do-us-part/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/14/inspiring-love-story-of-bird-until-dead-do-us-part/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 08:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Inspiring Love Story of Bird – Until Dead Do Us Part. Kisah inspiratif kesetiaan seekor burung terhadap pasangannya yang mati terlebih dahulu karena kecelakaan. Burung betina ini habis ditabrak mobil di jalan, akibat terbang menukik terlalu rendah. Sang pejantan membawakan makanan untuk pasangannya dengan penuh cinta karena pasangannya tidak mampu terbang lagi. Ia membawa makanan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=161&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Inspiring Love Story of Bird – Until Dead Do Us Part. Kisah inspiratif kesetiaan seekor burung terhadap pasangannya yang mati terlebih dahulu karena kecelakaan.</p>
<p>Burung betina ini habis ditabrak mobil di jalan, akibat terbang menukik terlalu rendah.</p>
<p><a href="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-162" title="1bird" src="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird.jpg?w=510" alt=""   /></a><span id="more-161"></span></p>
<p>Sang pejantan membawakan makanan untuk pasangannya dengan penuh cinta karena pasangannya tidak mampu terbang lagi.</p>
<p><a href="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-163" title="1bird2" src="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird2.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Ia membawa makanan lagi, namun sang betina telah meninggal. Sang pejantan mencoba untuk menggerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang telah terjadi.</p>
<p><a href="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-164" title="1bird3" src="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird3.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tidak akan pernah kembali lagi, ia menangis sambil berkicau dengan keras.</p>
<p><a href="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-165" title="1bird4" src="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird4.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Ia tetap berdiri di samping jasad pasangannya, berkicau dengan sedih menangisi kepergian pasangannya.</p>
<p><a href="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-166" title="1bird5" src="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird5.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Ia tetap berdiri di samping jasad pasangannya dengan sedih dan dukacita.</p>
<p align="justify">Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini adalah bahwa :</p>
<p align="justify">1. Tak ada yang sia-sia semua ciptaan Allah. Semuanya mengandung pelajaran yang bisa diambil oleh manusia.</p>
<p align="justify">2. Hewan saja, yang katanya tidak punya hati nurani, bisa memberikan kesetiaan yang luar biasa terhadap pasangannya, apalagi manusia yang dikaruniai hati dan pikiran, seharusnya lebih baik dalam bertingkah laku.</p>
<p align="justify">Semoga dapat memberikan inspirasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=161&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/14/inspiring-love-story-of-bird-until-dead-do-us-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1bird</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1bird2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1bird3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1bird4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/1bird5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1bird5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>my life</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/my-life/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/my-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 03:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[kenapa aku harus pergi dari kenyataan ini semua yang telah terjadi tak perlu disesali walaupun suatu saat nanti terasa tak nyaman di hati namun akan kucoba untuk mengerti takdirku berdiri di sini tak peduli seberapa banyak duri yang akan kulalui meski hingga aku mati telah lama kucoba mengobati sejarah yang terluka aku kan terus berusaha <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=154&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa aku harus pergi<br />
dari kenyataan ini<br />
semua yang telah terjadi<br />
tak perlu disesali<br />
walaupun suatu saat nanti<br />
terasa tak nyaman di hati<br />
namun akan kucoba untuk mengerti<br />
takdirku berdiri di sini<br />
tak peduli seberapa banyak duri<br />
yang akan kulalui<br />
meski hingga aku mati<span id="more-154"></span></p>
<p>telah lama kucoba<br />
mengobati sejarah yang terluka<br />
aku kan terus berusaha<br />
dengan semangat yang membara<br />
lantang ku berkata<br />
aku bisa!<br />
akan kuraih cita-cita<br />
biarpun bukan segalanya<br />
tapi apa salahnya ku mencoba<br />
bagiku gagal tak seberapa<br />
dibanding hadiah yang kuterima<br />
kucoba terbang dengan sayap hampa<br />
lalu kan kuraih bulan yang ada di sana</p>
<p>waktu pun terus berlalu<br />
hingga aku lupa siapa diriku<br />
terlalu ama aku memimpikan dirimu<br />
hingga tak sanggup ku menahan rindu<br />
tunjukkanlah dirimu<br />
tepat di hadapanku<br />
agar dapat ku lihat senyummu<br />
hingga aku tersipu malu<br />
sungguh ku ingin tahu<br />
cara tuk melintasi waktu<br />
ku ingin kembali ke masa itu<br />
saat-saat ku bersamamu</p>
<p>ku berjalan tanpa arah<br />
meski harus terpatah-patah<br />
aku tak akan pernah lelah<br />
aku tak boleh menyerah<br />
biar ku tersesat ke dalam tanah<br />
hingga tubuhku memerah<br />
dan berdarah-darah<br />
hingga tak sanggup ku tahan amarah<br />
lalu ku bertemu orang yang ramah<br />
di antara sebuah sawah<br />
ku terima sebuah ceramah<br />
dan mendapatkan hikmah<br />
serta ku teriakkan sebuah sumpah<br />
aku akan berubah!</p>
<p>Kaliurang, 21 Maret 2010</p>
<p>mengumpulkan kata-kata tak beraturan. baru ingat yang ini belum di posting di blog. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=154&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/my-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Burung Biru</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/149/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/149/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 01:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Di kala kau teringat tentang “kesedihan”, saat itulah kau mulai merasakan “sakit”. Bahkan perasaanku untukmu, kini tak lebih dari sekedar kata belaka. ———— Di saat kau bangun dari mimpi tentang dunia yang asing, segera, kembangkan sayapmu, dan terbanglah! Kau berkata, kalau kau bisa terbang, kau takkan pernah kembali. Kau mencari putih, awan terputih. Kalau kau <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=149&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/hawkie.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-150" title="hawkie" src="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/hawkie.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Di kala kau teringat tentang “kesedihan”,</p>
<p>saat itulah kau mulai merasakan “sakit”.</p>
<p>Bahkan perasaanku untukmu, kini tak lebih dari sekedar</p>
<p>kata belaka.<span id="more-149"></span></p>
<p>————</p>
<p>Di saat kau bangun dari mimpi tentang dunia yang asing,</p>
<p>segera, kembangkan sayapmu, dan terbanglah!</p>
<p>Kau berkata, kalau kau bisa terbang,</p>
<p>kau takkan pernah kembali.</p>
<p>Kau mencari putih, awan terputih.</p>
<p>Kalau kau mampu menembusnya,</p>
<p>kau tahu kau akan menemukannya.</p>
<p>Cobalah terus! Hingga kau bebas lepas</p>
<p>menuju biru, langit yang biru.</p>
<p>————</p>
<p>Diiringi suara-suara yang riuh,</p>
<p>jendela berkarat itu kian rusak.</p>
<p>————</p>
<p>Lihat!</p>
<p>Kau muak pada “kandang” yang kaupun tak ingin lagi</p>
<p>memandangnya.</p>
<p>Nafasmu berdenyut berirama,</p>
<p>lalu kau tendang jendela itu,</p>
<p>kemudian terbang!</p>
<p>————</p>
<p>Kau (pernah) berkata, kalau kau bisa berlari,</p>
<p>kau akan meraihnya.</p>
<p>Kau terprovokasi oleh suara, suara yang jauh itu.</p>
<p>Suara itu menggenggammu dengan penuh pesona hingga</p>
<p>kau lari mengejar biru, birunya langit.</p>
<p>————</p>
<p>Aku tahu (suatu saat) kau pasti akan jatuh,</p>
<p>tapi (saat itu terjadi) teguhlah, teruslah mengikuti cahaya</p>
<p>itu.</p>
<p>————</p>
<p>Ketika tangan kita berpisah,</p>
<p>akankah kau lupa suatu hari nanti?</p>
<p>(Tentang kita).</p>
<p>thanks to: Kira-sensei</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=149&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/149/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadasic.files.wordpress.com/2011/06/hawkie.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hawkie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah (Sebuah Kaca Diri)</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/kegombalan-di-kalangan-aktivis-dakwah-sebuah-kaca-diri/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/kegombalan-di-kalangan-aktivis-dakwah-sebuah-kaca-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 01:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=145&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.</p>
<p>Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.<span id="more-145"></span></p>
<p>Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi. (Astagfirullah…)</p>
<p>Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….</p>
<p><em>“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”</em></p>
<p><em><br />
“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”<strong> </strong></em></p>
<p><strong>Akhwat</strong>:<em> “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”</em><br />
<strong>Ikhwan</strong>: <em>“Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”</em><br />
(Halah… gombal semua tuh!!!)</p>
<p>Ada yang lebih parah nih … kayak gini:<br />
<em>“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”</em></p>
<p>“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”</p>
<p><em>“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”</em></p>
<p>Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…</p>
<p>Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:<br />
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”</p>
<p>Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:<br />
<em>“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”</em></p>
<p><em></em><br />
Nah lo!!</p>
<p>Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.</p>
<p>Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?</p>
<p>So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….<br />
<strong>Akhwat</strong> : <em>“Ane pengin rihlah, ke syurga …”</em><br />
<strong>Ikhwan</strong> : <em>“Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )</em></p>
<p>Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.</p>
<p><strong>Karena Aku Mencintaimu</strong></p>
<p><strong><br />
</strong>Wahai Ukhty…<br />
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu<br />
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu<br />
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu</p>
<p>Karena cintaku padamu,<br />
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram<br />
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh<br />
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah</p>
<p>Karena cinta ini,<br />
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,<br />
Ku tak ingin mempesonamu,<br />
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,<br />
Atau pun menaruh harap padaku.</p>
<p>Maka biarlah…<br />
Aku bersikap tegas padamu,<br />
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,<br />
Biarkan aku bersikap dingin,<br />
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,<br />
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….</p>
<p>Semua itu karena aku mencintaimu,<br />
Demi keselamatanmu,<br />
Demi kemuliaanmu.</p>
<p>So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^</p>
<p>Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antunna tidak suka terombang-ambing kan? Antunna lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antunna dengan datang ke orang tua Antunna. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …</p>
<p><strong>SO SEMUANYA …. WASPADAI ARUS GOMBALISASI!!!</strong></p>
<p>(Afwan jiddan jika ada yang tersinggung…!!!! Just intermezzo… ^__^)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.uhibbukumfillah.co.cc/" rel="nofollow" target="_blank">http://www.uhibbukumfillah.co.cc</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=145&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/06/11/kegombalan-di-kalangan-aktivis-dakwah-sebuah-kaca-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kisah perempuan tua dan kecintaannya terhadap Rasul</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/05/31/kisah-perempuan-tua-dan-kecintaan-nya-terhadap-rasul/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/05/31/kisah-perempuan-tua-dan-kecintaan-nya-terhadap-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 12:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah sebuah kisah seorang Perempuan Tua yang tak pernah berhenti berharap datangnya Syafaat Rasulullah saw. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=138&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tersebutlah sebuah kisah seorang Perempuan Tua yang tak pernah berhenti berharap datangnya Syafaat Rasulullah saw. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?</p>
<p>Insya Allah, Kisahnya akan Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.<span id="more-138"></span></p>
<p>Di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.</p>
<p>Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.</p>
<p>Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.</p>
<p>Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”</p>
<p>Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.</p>
<p>Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.</p>
<p>Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.</p>
<p>“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Rasulullah menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=138&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/05/31/kisah-perempuan-tua-dan-kecintaan-nya-terhadap-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengagum Rahasia</title>
		<link>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/05/26/pengagum-rahasia/</link>
		<comments>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/05/26/pengagum-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 06:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadasic.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Gadis itu berjilbab putih, sungguh manis dan serasi dengan paduan bros bunga warna-warni dan gamis yang sering dikenakannya. Kami bertemu sudah sejak empat tahun yang lalu. Banyak cerita dan curhatan yang dia ceritakan padaku, membuatku menyukainya. Sungguh aku menyukainya, dia ramah, selalu tersenyum, dan baik hati. Terkadang dia membawa sekotak penuh roti tawar isi, lalu <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=134&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gadis itu berjilbab putih, sungguh manis dan serasi dengan paduan bros bunga warna-warni dan gamis yang sering dikenakannya. Kami bertemu sudah sejak empat tahun yang lalu. Banyak cerita dan curhatan yang dia ceritakan padaku, membuatku menyukainya. Sungguh aku menyukainya, dia ramah, selalu tersenyum, dan baik hati. Terkadang dia membawa sekotak penuh roti tawar isi, lalu dia membagikan pada teman-temannya yang menyapanya saat melintas melewati kami.</p>
<p>Gadis itu sekitar jam 10 pagi ia akan menemuiku dengan terlebih dahulu shalat dhuha dan berdoa kepada Tuhan. Terkadang aku sangat iri pada Tuhan yang selalu ia temui terlebih dahulu dari pada aku. Namun rasa iri itu berubah menjadi syukur ketika ia sudah menemuiku, bercerita padaku. Kadang ia tertawa, kadang menetes air matanya. Saat itu aku ingin sekali memeluknya, tetapi aku hanya bisa memintanya untuk bercerita lebih banyak padaku, menumpahkan kekesalan hatinya padaku.<span id="more-134"></span></p>
<p>Sebenarnya tidak setiap hari kami bertemu. Karena kesibukannya dan pada kondisi tertentu ia tidak dapat bertemu denganku. Aku hanya bisa menunggu pada jam – jam 10 pagi itu. Jika sudah jam 11 dan gadis itu tidak muncul, maka aku akan menunggu lagi keesokan harinya ditempat dan jam yang sama. Kami tidak pernah membuat jadwal bertemu atau mengubah jadwal pertemuan. Hanya perasaan saja, sepertinya kami sudah saling memahami. Aku menunggunya, dan ia akan menemuiku setelah selesai shalat dhuhanya.</p>
<p>Pernah gadis itu mengajak temannya ketempat pertemuan kami. Saat itu sungguh aku cemburu jika dia akan mengabaikanku dan lebih memerhatikan temannya. Tetapi ternyata gadis itu tetap meluangkan waktu menyapaku, menceritakan apa-apa yang telah dialaminya padaku. Saat ku lirik temannya, sepertinya temannya itu sudah mengetahui kedekatan kami. Teman gadis itu hanya tersenyum dan menunggui pertemuan ku dengan gadis itu.</p>
<p>Pernah gadis itu datang dengan memberiku sebuah jaket rajutan. Ia mengatakan bahwa jaket itu rajutannya sendiri. Sungguh indah bentuknya dan warnanya hijau lembut, ku rasa ia juga menyukaiku. Bahkan ia yang memasangkan jaket rajutan itu pada diriku dengan penuh semangat. Setelah itu ia mengangguk-angguk dan tersenyum manis. Jaket rajutannya sungguh sangat hangat dan aku selalu memakainya disetiap perjumpaan kami selanjutnya.</p>
<p>Gadis itu pernah menemuiku dengan menaiki sepeda. Sungguh anggun dirinya dari kejauhan. Seperti biasa, segera ia melaksanakan shalat dhuha dulu sebelum menemuiku. Saat itu wajahnya tampak memerah karena panas matahari saat bersepeda. Tetapi hal itu tidak mengurangi kecantikannya dan semangatnya  bertemu denganku. Kali ini ia becerita tentang hobi barunya, yaitu bersepeda. Dia mengatakan jarang olahraga sehingga memilih naik sepeda agar bisa sekalian berolahraga. Hmm… lain kali aku akan menemuinya dengan bersepeda pula.</p>
<p>Di lain waktu, pernah aku mendengar orang-orang menceritakan dirinya. Ternyata gadis itu juga idola bagi orang lain. ia pintar dan jarang marah, ia santun dan tidak pernah tampak bersedih. Aku tersenyum senang mendengarnya. Tetapi aku lebih bangga lagi, karena berarti hanya padaku saja gadis itu mau bercerita tentang kemarahannya, hanya padaku saja ia akan bercerita sambil menangis lama. Aku bangga, karena hanya aku yang dapat menyaksikan keseluruhan dirinya sebagai manusia dan aku yakin akulah yang dipercayainya.</p>
<p>Pernah ia menemuiku dan menceritakan tentang kesusahannya dalam mengurus organisasi kampus. Dari sana aku tahu bahwa dia aktivis dakwah, sibuk, dan memiliki banyak tanggung jawab. Sungguh semakin kagum aku padanya. Ternyata dia aktif dalam kegiatan bermanfaat. Hal itu menjawab pertanyaanku belakangan ini, tampak matanya menandakan kecapekan walau ia tutupu dengan senyum dan keceriannya. Aku tahu ia lelah, tapi aku melihat ia menikmati kelelahan itu karena aktivitas mulianya. Aku merasa gadis itu telah jauh dewasa daripada diriku saat ini.</p>
<p>Pernah juga ia menemuiku dengan membawa beberapa teman-temannya yang disebut dengan adik binaan. Ia mengajakku menemani diskusi mereka. diskusi yang tidak membosankan dan penuh gairah. Ternyata gadis itu memiliki wawasan yang luas dan ia membagikan wawasan itu kepada orang lain, kepada teman-teman yang ia sebut sebagai adik-adik binaan. Di lain waktu ia pernah bercerita padaku tentang adik-adik binaan itu. Ia bercerita seakan adik-adik binaannya itu memiliki hal yang lebih daripada dirinya. Ingin sekali aku pastikan bahwa dirinyalah yang lebih daripada adik-adik binaan itu, tetapi ucapan-ucapannya yang tulus membuatku berpikir kembali tentang kenyataan ini.</p>
<p>Pernah setelah sekian lama tidak bertemu denganku, ia menemuiku dan itu menjadi pertemuan terakhirku. Ia menceritakan kesibukan penelitiannya sehingga ia tidak bisa menemuiku. Ia juga mengatakan akan jarang bertemu denganku lagi karena ia akan segera mengikuti ujian sidang. Ujian sidang? Aku tidak mengerti itu. aku hanya bisa memberinya semangat dalam aktivitasnya kali ini yang tidak begitu kumengerti. Aku cukup senang ia masih menyempatkan menemuiku, dengan terlebih dulu shalat dhuha tentunya.</p>
<p>Namun  saat ini gadis itu mungkin tidak akan pernah menemuiku lagi, ditempat ini, dan pada jam 10 pagi. Sempat kucari-cari informasi setelah sekian lama ia tidak menemuiku sejak pertemuan terakhir kami. Akhirnya ada yang mengatakan bahwa gadis itu sudah pergi, ia sudah lulus kuliah dan kembali ke tempat asalnya untuk merangkai cita-citanya. Ada juga yang mengatakan ia sudah lulus dan mendapat beasiswa ke luar negeri.</p>
<p>Aku tidak tahu pasti mengapa gadis itu tidak menceritakan padaku tentang kepergiannya, ini membuatku sedih. Aku tahu cita-citanya, aku ingin sekali membersamainya meraih cita-cita itu. Namun aku menyadari aku tidak bisa menemaninya, karena tempat ku disini. Aku hanyalah sebuah Al-qur’an kecil yang menjadi inventaris mushala fakultas. Bahkan ternyata cerita-ceritanya, curhatan, luapan emosinya itu sebenarnya tidak ditujukan kepadaku…. Tetapi kepada Sang Penciptaku yang juga Penciptanya.</p>
<p>http://on.fb.me/kSIBPl</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadasic.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadasic.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadasic.wordpress.com&amp;blog=3094494&amp;post=134&amp;subd=ahmadasic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadasic.wordpress.com/2011/05/26/pengagum-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5d40cd3895a3bb8970bf4796097b407?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
