Burung Biru
Juni 11th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
Di kala kau teringat tentang “kesedihan”,
saat itulah kau mulai merasakan “sakit”.
Bahkan perasaanku untukmu, kini tak lebih dari sekedar
kata belaka.
————
Di saat kau bangun dari mimpi tentang dunia yang asing,
segera, kembangkan sayapmu, dan terbanglah!
Kau berkata, kalau kau bisa terbang,
kau takkan pernah kembali.
Kau mencari putih, awan terputih.
Kalau kau mampu menembusnya,
kau tahu kau akan menemukannya.
Cobalah terus! Hingga kau bebas lepas
menuju biru, langit yang biru.
————
Diiringi suara-suara yang riuh,
jendela berkarat itu kian rusak.
————
Lihat!
Kau muak pada “kandang” yang kaupun tak ingin lagi
memandangnya.
Nafasmu berdenyut berirama,
lalu kau tendang jendela itu,
kemudian terbang!
————
Kau (pernah) berkata, kalau kau bisa berlari,
kau akan meraihnya.
Kau terprovokasi oleh suara, suara yang jauh itu.
Suara itu menggenggammu dengan penuh pesona hingga
kau lari mengejar biru, birunya langit.
————
Aku tahu (suatu saat) kau pasti akan jatuh,
tapi (saat itu terjadi) teguhlah, teruslah mengikuti cahaya
itu.
————
Ketika tangan kita berpisah,
akankah kau lupa suatu hari nanti?
(Tentang kita).
thanks to: Kira-sensei
